BKAD Kepri Gelar FGD Penatausahaan Keuangan Akhir Tahun, Luncurkan Inovasi SIGAP Kasda

24 Oktober 2025, 04:53 WIB 41 kali dibaca
Kategori : Pengelolaan Kas & Keuangan Daerah
Terobosan Digital BKAD Kepri Jawab Tantangan Akhir Tahun Anggaran

TANJUNGPINANG — Badan Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Kepulauan Riau (BKAD Prov. Kepri) menggelar Forum Group Discussion (FGD) bertema "Peningkatan Penatausahaan Keuangan dalam Menghadapi Akhir Tahun" yang disejalankan dengan Sosialisasi Keputusan Gubernur Kepulauan Riau Nomor 1096 Tahun 2025 tentang Pedoman Teknis Pelaksanaan Manajemen Kas Daerah. Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Utama (Rupatama) Gedung A, Kantor Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau, Kamis (23/10) pagi.

Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Kepala BKAD Provinsi Kepulauan Riau ini diwakili oleh Kepala Bidang Perbendaharaan dan Pengelolaan Kas Daerah, I Gede Sukanta, serta dihadiri oleh para Pejabat Penatausahaan Keuangan (PPK SKPD) dan Bendahara dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.

Turut hadir mendampingi, Kepala Sub Bidang Pengelolaan Kas Daerah Nurafni Dwi Anggraini, Analis Keuangan Pusat dan Daerah Ahli Muda Nurhayati, serta Pranata Komputer Terampil dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Republik Indonesia (LKPP RI), Adhytia Pambudi.

Dalam sambutannya, I Gede Sukanta menyampaikan bahwa kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka optimalisasi pengaturan kas daerah Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, khususnya menjelang penutupan Tahun Anggaran 2025.

"Berkaca dari pengalaman kita tahun sebelumnya, banyak kendala dan permasalahan yang dihadapi, termasuk adanya temuan BPK RI, deviasi, serta adanya perbedaan antara RPD (Rencana Penarikan Dana) dengan realisasinya," ujar I Gede Sukanta.

Ia menambahkan, pedoman teknis tersebut telah ditandatangani oleh Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, dan pada kesempatan itu disosialisasikan kepada seluruh OPD melalui para PPK SKPD dan bendaharawan.

"Hari ini akan ada kejutan, khususnya berkenaan dengan telah lahirnya SIGAP Kasda (Sistem Pengendalian Pembayaran pada Kas Daerah) sebagai sebuah terobosan inovasi, yang dirancang mampu menjawab kendala dan permasalahan yang selama ini dihadapi," ungkap I Gede Sukanta.

Penerbitan pedoman teknis yang menjadi bagian dari SIGAP Kasda disiapkan sebagai solusi untuk menjaga likuiditas keuangan daerah dalam menghadapi tantangan pelaksanaan APBD. Menjelang akhir tahun anggaran, BKAD mendorong kerja sama seluruh OPD, khususnya dalam melakukan akselerasi pengajuan berkas pencairan, guna menghindari penumpukan pada hari-hari terakhir Tahun Anggaran 2025.

"Kami juga akan segera menerbitkan Surat Edaran, sehingga harapan kami semua proses dapat berjalan dengan baik, serta seluruh pengajuan dapat terbayarkan dengan tepat waktu," pungkasnya.

Pada sesi Sosialisasi Pedoman Teknis Pengendalian Pelaksanaan Belanja Daerah, Nurafni Dwi Anggraini selaku pembicara menjelaskan bahwa regulasi teknis tersebut merupakan bentuk transformasi pelaksanaan anggaran kas daerah menuju sistem yang lebih proaktif, sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas manajemen kas daerah Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.

"Penerapan regulasi teknis berfungsi sebagai panduan operasional yang mengikat bagi OPD di lingkungan Pemprov Kepri, sehingga diharapkan mampu memudahkan OPD dalam merencanakan penarikan dana bulanan sesuai dengan kegiatan yang akan dilaksanakan, di samping mempercepat proses pencairan SPM lebih tepat waktu," ungkap Nurafni yang akrab disapa Reni.

SIGAP Kasda sendiri merupakan inisiasi Nurafni Dwi Anggraini sebagai bagian dari aksi perubahan dalam Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan XII Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2025 yang tengah diikutinya. "Alhamdulillah kami telah berhasil melaksanakan satu per satu tahapan implementasi aksi perubahan PKP, yang dimulai dari pembentukan Tim Efektif, penyusunan serta penerbitan pedoman teknis, hingga perancangan SIGAP Kasda itu sendiri," ujarnya.

Rangkaian FGD dan sosialisasi ini dilanjutkan dengan workshop yang diikuti oleh 11 OPD sebagai pilot project pada siang harinya. Selain bertujuan memberikan pemahaman dan edukasi bagi OPD, kegiatan ini juga diharapkan dapat menyerap berbagai masukan dalam upaya penyempurnaan SIGAP Kasda, sehingga dapat direalisasikan dengan baik dan mencapai tujuan yang diharapkan.

Editor: Redaksi BKAD Kepri
Isi Survei SKM