Pembangunan Museum dan Tugu Bahasa Nasional Dimulai, Penyengat Dikukuhkan sebagai Jejak Sejarah Bahasa Indonesia

28 September 2026, 09:11 WIB 14 kali dibaca
Kategori : Sorotan Pimpinan
Gubernur Kepri H. Ansar Ahmad menyampaikan sambutan pada seremoni peletakan batu pertama Museum dan Monumen Bahasa Nasional di Pulau Penyengat, Tanjungpinang

TANJUNGPINANG - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meletakkan batu pertama pembangunan Museum dan Monumen (Tugu) Bahasa Nasional di Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, Kamis (24/9/2026) sore. Seremoni ini sekaligus menutup rangkaian peringatan Hari Jadi ke-24 Provinsi Kepulauan Riau.

Acara dibuka oleh Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad. Mendagri didampingi Gubernur Kepri, Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura, dan unsur Forkopimda. Sejumlah kepala daerah se-Provinsi Kepri juga hadir.

Peresmian dimulai ditandai dengan penekanan sirene secara bersama-sama oleh Mendagri, Gubernur, Wakil Gubernur, dan jajaran Forkopimda Kepri.

Dalam sambutannya, Gubernur Ansar Ahmad menyebut pembangunan ini sebagai komitmen Pemerintah Provinsi Kepri untuk merawat jejak sejarah bahasa Indonesia yang berkembang dari bahasa Melayu di Kepri, khususnya Pulau Penyengat. Menurutnya, monumen ini menjadi bukti bahwa sejarah tersebut benar terjadi dan menjadi identitas negeri, agar generasi muda tidak kehilangan jati diri.

Mendagri Tito Karnavian menilai pembangunan museum dan monumen ini penting sebagai sarana edukasi bagi generasi muda tentang sejarah dan asal-usul bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu bangsa. Ia menjelaskan bahwa secara historis bahasa Melayu telah lama menjadi bahasa pengantar perdagangan di kawasan Nusantara. Meski terdapat berbagai teori tentang asal-usul bahasa Melayu, menurut Tito, jejak paling kuat dan otentik ada di Pulau Penyengat melalui Pahlawan Nasional Raja Ali Haji dan karyanya, Gurindam Dua Belas.

Tito juga mengapresiasi Gubernur Ansar Ahmad yang berani merealisasikan proyek ini di tengah keterbatasan anggaran daerah. Ia berharap museum ini menjadi ruang memperkenalkan sejarah bahasa Melayu kepada masyarakat di Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam. Mendagri turut berpesan agar program ini terus dijaga dan dilanjutkan oleh siapa pun yang memimpin Kepri ke depan.

Pembangunan dikerjakan PT Humindo Cipta Mandiri, dengan kontrak yang ditandatangani bersama Pemprov Kepri pada 6 Agustus 2026. Nilai proyek tercatat sekitar Rp101 miliar. Seluruh pembiayaan bersumber dari APBD Provinsi Kepri dengan skema tahun jamak (multiyears), dicairkan dua tahap: Rp30,8 miliar pada 2026 dan Rp70,2 miliar pada 2027.

Selain itu, pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum mendukung pembangunan infrastruktur penunjang di Pulau Penyengat, mulai dari pelabuhan, jalan, pelantar, penataan kawasan, hingga revitalisasi sejumlah cagar budaya.

Museum dan monumen ini ditargetkan dapat dimanfaatkan pada 2028. Peringatan 100 tahun Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2028 direncanakan berlangsung di kawasan Monumen Bahasa Pulau Penyengat.

Galeri Foto

Editor: Redaksi BKAD Kepri
Isi Survei SKM