Ekonomi Kepri Tumbuh 7,04 Persen di Triwulan I-2026, Tertinggi se-Sumatera Tanjungpinang — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Riau mencatat pertumbuhan ekonomi daerah pada triwulan I-2026 mencapai 7,04 persen secara tahunan (year-on-year), angka tertinggi di seluruh Pulau Sumatera. Capaian ini melanjutkan tren positif dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tumbuh 5,16 persen.
Kepala BPS Kepri Toto Haryanto Silitonga menjelaskan bahwa perekonomian Kepri diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku (ADHB) mencapai Rp99,38 triliun, sementara berdasarkan harga konstan (ADHK) tercatat sebesar Rp57,65 triliun. Dampak Positif bagi Fiskal Daerah Pertumbuhan ekonomi yang solid pada awal tahun ini menjadi sinyal positif bagi kesehatan fiskal daerah. Aktivitas ekonomi yang ekspansif berpotensi mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui berbagai sumber penerimaan, sekaligus memperkuat basis penerimaan daerah untuk mendukung pembiayaan program pembangunan. Kinerja ekonomi Kepri yang unggul dibanding provinsi lain se-Sumatera turut mencerminkan daya tahan sektor-sektor unggulan daerah, termasuk industri, perdagangan, dan jasa kemaritiman yang menjadi ciri khas perekonomian kepulauan.
Capaian pertumbuhan ekonomi ini menjadi modal penting bagi Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dalam merancang kebijakan fiskal yang responsif. Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Provinsi Kepulauan Riau turut mencermati perkembangan makroekonomi daerah sebagai salah satu acuan dalam perencanaan dan pengelolaan keuangan daerah, guna memastikan momentum pertumbuhan ini dapat dikonversi menjadi peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.