"Airlangga: Ekonomi RI Tetap Positif di Tengah Ketidakpastian Global"
Sejumlah lembaga internasional memproyeksikan perekonomian Indonesia tetap tumbuh solid pada 2026 dan 2027, meski di tengah perlambatan ekonomi global akibat ketegangan geopolitik. Dana Moneter Internasional (IMF), dalam laporan World Economic Outlook edisi Juli 2026, mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,0 persen pada 2026 dan 5,1 persen pada 2027 — angka ini menempatkan Indonesia di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi global yang diperkirakan hanya 3,0 persen pada 2026.
Sementara itu, Bank Dunia dalam laporan Indonesia Economic Prospect memproyeksikan pertumbuhan sedikit lebih tinggi, yaitu sekitar 5 persen pada 2026 dan naik menjadi 5,2 persen pada 2027, didorong oleh peningkatan investasi secara bertahap, termasuk lewat Danantara, pelonggaran kebijakan moneter, dan penanaman modal asing.
Proyeksi-proyeksi tersebut sejalan dengan realisasi terkini di dalam negeri. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Indonesia tumbuh 5,61 persen secara tahunan pada kuartal I 2026, capaian kuartal pertama tertinggi dalam 13 tahun terakhir, ditopang oleh kuatnya konsumsi rumah tangga serta percepatan belanja pemerintah di awal tahun. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian pun optimistis pertumbuhan pada kuartal II 2026 masih akan berada di atas 5 persen, dengan proyeksi akselerasi lebih lanjut pada semester II 2026.
Bagi pemerintah daerah, tren pertumbuhan ekonomi nasional yang tetap terjaga ini menjadi salah satu indikator penting dalam memproyeksikan potensi pendapatan daerah maupun besaran transfer fiskal dari pusat pada tahun-tahun mendatang, sekaligus menjadi dasar pertimbangan dalam penyusunan kebijakan anggaran daerah yang lebih realistis.